Rabu, 18 Mei 2011

Inovasi Baru Canting Batik Elektrik dari Surabaya

Istilah canting tentu tidak asing bagi masyarakat. Apalagi canting banyak dipergunakan untuk membuat batik. Alat yang sering dibuat dengan bahan tembaga ataupun bambu ini digunakan untuk mengambil cairan lilin panas untuk membuat pola batik. Canting yang banyak dikenal masyarakat berbahan tembaga atau bambu sebagai alat pegangannya ini sekarang muncul inovasi baru, dengan menggunakan listrik. Sering disebut canting elektrik. Canting ini berbentuk tabung besi terbuka di bagian atas dengan diameter 5 cm. Ujung dari canting ini sengaja dibentuk menyerupai pensil untuk keluarnya cairan lilin panas. Lalu dibuat pegangan dari bambu untuk pengrajin bisa memegangnya. Bila menggunakan canting yang dibuat dengan tembaga maupun bambu, sebelumnya harus menyediakan tempat besar untuk membuat lilin menjadi cair. Setelah itu, baru cairan lilin diambil sedikit demi sedikit dengan menggunakan canting. Cara kerjanya juga rumit, masih harus meniup sebentar pada ujung canting agar lilin yang menempel pada kain tidak terlalu panas yang bisa membuat goresan batik menjadi "mblobor". Berbeda dengan canting bambu, canting elektrik tidak memerlukan wadah khusus untuk memanasi lilin. Lilin dipanasi dengan menggunakan canting itu sendiri, karena itu bentuknya tabung dan terbuat dari bahan yang mudah untuk menghantarkan panas. Canting elektrik sengaja dibuat dengan teknologi agar lilin bisa mencair di dalam tabung canting. Cara kerja alat ini lebih mudah. Pembuat batik tidak memerlukan wadah besar untuk memanasi lilin dahulu. Cara kerjanya juga mudah, hanya tinggal memasukkan lilin keras ke dalam tabung dan menunggu sebentar agar lilin itu cair. "Ini lebih canggih, mbak. Belum dijual di mana-mana, cuma dipinjamkan aja buat latihan bikin batik," kata Widi dari Komunitas Batik Tulis Surabaya. Canting elektrik ini bentuknya seperti tabung dan terbuat dari bahan yang mudah menghantarkan panas bila dialiri listrik. Ini dilakukan agar lilin yang masuk ke dalam tabung bisa cepat meleleh, kemudian siap untuk menggores batik membuat suatu pola. Untuk membuat batik, selain canting yang utama, tentu ketelatenan dan kesabaran perancangnya tetap hal yang diutamakan dalam membuat batik.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More