Cincin Kerang CNK 04

Aksara Craft menawarkan produk berupa cincin kerang kode CNK04,Berbahan baku kerang olon (nama kerang yang familiar di lokasi produksi)

Bross Kerang SK03

Kerajinan kerang sebagai komoditi/produk unggulan Situbondo, menjadi salah satu ikon industri di Situbondo dengan hasil produk yang berkualitas dan harga terjangkau.

Gelang Resin Isian Kerang

Produk Aksara Craft yang satu ini merupakan produk yang laris manis terutamadi daerah wisatapantai dan tidak pernah putus dari masa ke masa, Silahkan simak selengkapnya.

Gantungan Kunci Resin GK R03

Salah satu produk yang digemari oleh para pelancong wisata pantai sebagai oleh-oleh dengan menampilkan nama tempat wisata yang dikunjungi, seperti yang banyak tersebar di wisata Bali, Belitung, Bunaken dan lainnya, Silahkan bergabung dan bekerjasama dengan AKSARA CRAFT!

Cara Pengajuan PUK Telkom

nformasi pinjaman modal bagi usaha/industri kecil dan menengah merupakan hal yang sangat diperlukan oleh para pelakunya. Berdasarkan pengalaman yang saya peroleh dalam mengantarkan IKM binaan dalam melakukan pengajuan modal ke kantor telkom jember pada hari kamis tanggal 19 Mei 2011, berikut saya akan paparkan beberapa informasi yang saya ketahui.

Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Foto. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2011

Sunset in Pathek Beach alias Pantai Pathek

Kumpulan foto tentang salah satu tempat wisata di Kabupaten Situbondo.
Satu lagi wisata alam yang ada di Situbondo, namanya Pantai Pathek... Bagi masyarakat Situbondo dan sekitarnya sie sudah biasa kali ya mendengar nama itu. Bahkan terkesan bosan. Tapi apa yang terlihat sore tadi, cukup memberikan kesan juga ternyata (hehehe,red). Indah juga mengunjungi pantai Pathek menjelang matahari terbenam (inggrisnya itu SUNSET). Indah nian bagi yang melihatnya, beneran bisa dibuktikan sendiri kuk.
Terutama ditemani dengan sepiring rujak dan es Joshua dan di samping Sang Pacar tentunya... Coba deh kawan!!! Nie lihat gambar-gambarnya (pi maap ya gambarnya jelek dengan resolusi kamera HP murah, xixixixi)...


Masih Pukul 17.05 WIB

5 menit setelahnya

5 menit lagi

dan lagi

lagi, lagi, lagi

rame juga tuh

nie dia rujak,, pi sayang rujak cingurnya habis

Ayank Hanna tuh, xixixi

semakin ke bawah

ke bawah lagi

ke bawah lagi dan lagi

dikit lagi
dan hilang deh mataharinya
Demikian kumpulan foto di Pantai Pathek. Mohon maaf bila resolusi kamera jelek sekali. Sekadar iseng-iseng aja...

Kamis, 23 Juni 2011

Dapet Sertifikat nie

Tidak percuma diriku dan kawan-kawan (resita, mahmud, tika dan inggrid) melakukan magang di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, sebagai tenaga penyuluh lapangan industri kecil dan menengah (TPL-IKM) Kementerian Perindustrian, harus memiliki berbagai pengetahuan dan wawasan. Setelah melakukan magang batik tersebut, tak hanya ilmu pengetahuan akan teknik batik yang diperoleh, kita juga mendapatkan sertifikat sebagai bukti kali kita pernah melakukan magang dan paham akan ilmu batik.
Semoga sertifikat ini menjadi bukti kesungguhan hati dalam menambah ilmu yang dimiliki demi mengemban tugas sebagai tulang punggung Kementerian Perindustrian dalam melakukan pembinaan dan pendampingan pada IKM di Kabupaten Situbondo.
Amin...

Mendesain Motif Batik (Tello' Nyama)

Desain motif merupakan langkah awal yang harus dilakukan dalam membuat batik. Bukan motif klasik atau motif dengan makna yang mendalam, akan tetapi hanya sebatas mencoba membuat motif batik sebagai pembelajaran. Kebanyakan motif batik melambangkan suatu arti dan makna yang diinginkan atau terlintas dalam pikiran pembuatnya. Begitu pula aku, meski dengan keterbatasan kemampuan mendesain dikarenakan sebelumnya sangat kurang menyukai menggambar. Namun, dengan kekayaan budaya Indonesia dengan seni batiknya, tidak ada salahnya aku mencoba-coba membuatnya (kali aja jadi pengusaha batik yang sukses,,, aminnn).
Dengan mengacu pada ikon kerang sebagai ikon motif batik khas Situbondo dan melihat beberapa referensi motif batik, akhirnya dapat juga satu motif hasil kreasi sendiri meski dengan segala keterbatasan dan jauh dari kesempurnaan. Bisa dilihat khan motifnya kayak apa? tapi jangan salah, itu ada artinya juga loh. Hem,,, dengan segala apa yang terlintas di otak akhirnya kuberi nama Motif Tello' Nyama (Read; Tiga Nama alias Three Name). Kenapa aku kasih nama itu? ya cuman kepikiran aja dengan sejarah yang ada di Kabupaten Situbondo. Apa kira-kira pembaca? Yah, terkait penamaan kabupaten yang saat ini bernama Kabupaten Situbondo. Awalnya, menurut sejarah yang kubaca bahwa dulunya kabupaten ini bernama Kabupaten Besuki dengan meliputi kabupaten Bondowoso sebagai salah satu wilayah kekuasaannya, kemudian berkembang menjadi Kabupaten Panarukan dan akhirnya sejak tahun 1972 diubah menjadi Kabupaten Situbondo dikarenakan pusat kegiatan terpusat di Kabupaten Situbondo (dulunya kecamatan Situbondo). Sedangkan kerang melambangkan potensi yang ada di Kabupaten ini dengan kerajinan kerang sebagai industri terunggulkan serta wilayah yang berbatasan langsung dengan laut dari ujung barat hingga ujung timur.
Gimana komentar pembaca???
ditunggu kritik dan sarannya ya...

Percobaan Pewarnaan Alam di Batik Cotto'an

Berbekal ilmu pengetahuan tentang batik yang didapat dari Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta serta dalam kegiatan pembinaan dan pendampingan pada industri Batik Cotto'an. Aku mencoba memberikan pengetahuan yang kudapat kepada industri batik tersebut. Dalam hal ini, dengan mempraktekkan langsung sesuai langkah-langkah yang ada (baca di proses pewarnaan alam). Percobaan pertama dimulai pada tanggal 20 Mei 2011 dengan menggunakan kulit buah jalawe yang ternyata sudah tersedia. Dilakukan beberapa kali pencelupan terhadap kain yang sudah dibatik dan menghasilkan warna ungu agak kecoklatan.
Selanjutnya beberapa hari kemudian dilakukan pembuatan larutan fiksasi atau pengikat warna dengan mencampurkan 1/2 kg tunjung dengan 10 liter air dan didiamkan, namun dikarenakan ada beberapa kegiatan dalam pendampingan pelatihan di Batik Cendekia Insani, pengikatan warna tidak segera dilakukan. Tepatnya pada tanggal 2 Juni 2011 dilakukan proses pengikatan warna dengan menggunakan beningan larutan tunjung yang sudah dibuat. Hasilnya warna tidak luntur sebelum dilakukan peloroda, hanya dengan pencucian biasa. Namun setelah dilorod ternyata warna luntur dan menyisakan sedikit warna ungu.




Untuk mendapatkan hasil evaluasi terhadap kegagalan percobaan pertama, dilakukan kembali percobaan kedua, dimana proses dari perebusan kulit kayu sampai proses fiksasi dilakukan secara mandiri dan dibantu oleh rekan TPL-IKM Kabupaten Situbondo lainnya yaitu Ika Kartika. Pada percobaan kedua digunakan bahan kulit kayu tingi sebagai bahan pewarna alam dengan 1 kg kulit kayu direbus dengan 10 liter air hingga air menyisakan 5 liter dan selanjutnya didinginkan.

Keesokan harinya, dilakukan penyaringan larutan pewarna agar sisa kulit kayu dan kotoran lainnya tidak ikut serta ke larutan pewarna yang akan dilakukan. Selanjutnya dilakukan 5 kali pencelupan kain yang sudah dibatik ke dalam larutan pewarna dengan metode celup-kering anginkan-celup kembali. Pada percobaan kali ini, dibantu oleh Ika Kartika dan rekan TPL-IKM Kabupaten Jember yaitu Resita Dwi. Selanjutnya dibuat larutan pengikat dengan menggunakan 1/2 kg kapur gamping dilarutkan dalam 10 liter air dan diamkan semalam.
Keesokan harinya tepatnya tanggal 16 Juni 2011, dilakukan kembali pencelupan sampai total pencelupan 10 kali untuk menghasilkan ketuaan warna yang diinginkan dan dihasilkan warna merah marun kecoklatan. Pada 2 pencelupan terakhir dilakukan pengikatan warna dengan menggunakan saringan beningan larutan kapur yang sudah dibuat (sarenan) dengan metode pencelupan ke sarenan-kering anginkan-celup ke pewarna-kering anginkan- celup kembali ke sarenan hingga 3 kali kemudian pada pencelupan terakhir kain batik dibilas dengan air bersih kemudian dibilas menggunakan air yang mengandung kanji (2gr/liter) dan kering anginkan.
Kemudian kain dibiarkan selama beberapa hari (4 hari) agar pengikatan lebih maksimal kembali.
Pada tanggal 22 Juni 2011 dilakukan proses pelorodan untuk menghilangkan malam/lilin batik. Hasil dari percobaan kali ini, warna tidak luntur (percobaan berhasil), akan tetapi malam/lilin sulit luntur bahkan selama 1 jam proses pelorodan hanya sebagian malam/lilin yang luntur.



Evaluasi dari kegiatan ini terletak pada penggunaan larutan pengikat, diharapkan pembuatan larutan pengikat (kapur,tawas atau tunjung) hanya didiamkan selama semalam sebelum digunakan. Evaluasi kedua terhadap malam yang susah hilang dimungkinkan karena cantingan batik terhadap kain telah lama sekitar 1/2 bulan, bisa juga karena pada proses sebelumnya belum maksimalnya penggunaan larutan kanji.

Jumat, 17 Juni 2011

Ahli Madya Teknologi Kulit (Amd.TK)

Nie dia diriku waktu di Wisuda pada tanggal 27 September 2010...

Ditemani Bapak n Ibu,,, bangganya!!!

n friend's, mga sukses bro...

calon wirausaha nie,,, aminnn

pada narsis seblum brpisah,,, hikzzz

lgi dan lgi narsis yukkkzzz...

calon di singgasana pengantin,,, prikitiewww...
 
Ayank Hanna tuh...

My the best abank Toy...

Selamat dan Semoga Sukses untuk diriku....

Minggu, 12 Juni 2011

Tali Asmara

Kumpulan foto berikut menggambarkan kehidupan bersama sang kekasih.
Inginku melewati hari-hariku senantiasa bersamamu. Itu adalah wujud harap dan angan dalam hati untuk melewati perjuangan dalam hidup bersamanya. Nur Hasanah nama gadis itu dan kupanggil dengan Ayank Hanna. Tak terpikir sedikit pun, akan menemukan gadis yang mencintai dengan apa adanya dan setia menemani dengan watakku yang cepat marah.
Seperti yang terjadi pada dongeng, awal mula kisah ini dimulai dari acara penyambutan oleh TPL angkatan 2007 terhadap TPL angkatan 2008 pada Bulan Oktober 2008. Seakan yakin akan perasaan yang timbul, pertama kali memandangnya timbul perasaan yang biasa orang sebut cinta. Sempat bertanya-tanya siapakah gadis itu? karena waktu OWK (Orientasi Wawasan Kampus) belum terlihat sosoknya. Setelah bertanya kiri kanan, akhirnya kutemukan jawabannya, dia adalah mahasiswa TPL gelombang II sehingga tidak mengikuti kegiatan OWK.
Tak ada pendekatan yang berlanjut selepas kegiatan tersebut. Namun kesempatan itu datang ketika bubarnya kegiatan kuliah, tiba-tiba hujan mengguyur kampus dan area Sewon sekitarnya sehingga memaksakan dia untuk berteduh. Pertama, ada perasaan sungkan menghampiri untuk mendekatinya, tetapi namanya Jodoh, peluang itu datang ketika salah seorang temanku sedang berbincang dengan temannya dan kucoba memanfaatkan kesempatan yang ada dengan mencoba mengajaknya bicara dan akhirnya kutahu nomor HP-nya.
Singkat kata kumulai menghubunginya, meski saat itu dia sudah punya seseorang di sampingnya. Akan tetapi, keyakinan itu tak pernah luntur bahwa dia adalah jodohku sehingga dengan sabar aku dapat meyakinkannya.
Lagi Cari Uban, hehe

Narsis di Acara Paduan Suara Mahasiswa nie!!!

Jalanan Kampus

Wisudaku

Aeeemmmm...

Cukup lama waktu menunggunya hingga terhitung 6 bulan sebelum ku dapat meraih hatinya di saat dirinya mulai tak nyaman dengan orang itu dan memutuskan untuk berpisah. Tepatnya tanggal 28 Maret 2009, kita resmi mengikatkan hati dengan sentuhan magic ikatan kimia antara dua insan dan bertahan hingga saat ini dan kuharap akan berlanjut pada jenjang pernikahan dan akhir hayat. AMINNNN...

Novelty,,, Kenangan Terindah

Kumpulan foto berikut adalah kenangan dengan para teman sekelas waktu kuliah dulu.
Ini dia kebersamaan yang diciptakan oleh TPK.TPL angkatan 2007 di Kampus ATK Yogyakarta tercinta. Tim futsal yang sudah beberapa kali menciptakan prestasi di lingkungan kampus. Novelty sendiri baru tercetuskan pada bulan Maret 2010 menjelang AFC alias ATK Futsal Cup kedua. Berawal dari keinginan kita untuk mematenkan nama dan terinspirasi oleh mata kuliah Teknologi Pengolahan Kulit (TPK) yaitu Teknik Novelty yang mengolah kulit seperti biawak dan kawan-kawan dan lebih berkesannya lagi, kami tidak lulus semua satu kelas.
Sejak tahun 2007, kelas kami telah mengantongi beberapa gelar yaitu:
  1. Juara 1 Futsal pada Disnatalis Kampus 2007
  2. Juara 2 Futsal pada Disnatalis Kampus 2008
  3. Juara 2 AFC (ATK Futsal Cup) 2009
  4. Juara 2 AFC (ATK Futsal Cup) 2010
  5. Juara Basket 3 in 1 pada Disnatalis Kampus 2009
Novelty bukan hanya melambangkan tim futsal maupun tim basket kami. Tetapi wujud persaudaraan yang kami jalin selama 3 tahun antara kelas 07.TPK.TPL dan 07.TPK.Reg serta para pendukung kami seperti Ayank Hanna dan Tatik (ayanknya Mahmud).
Pada Narzis ya???

Juara II AFC 2009

Para Pendukung yang Gokil

Kami terdiri dari:
  1. Agus Mustofa --> Kabupaten Kebumen, Jateng
  2. Ahmad Basri (meski jarang kumpul) --> Lampung
  3. Adrianti Pintasari Tarigan --> Kabupaten Serui, Papua
  4. Budiman --> Kabupaten Situbondo, Jatim
  5. Dewi Marfani --> Kabupaten Kebumen, Jateng
  6. Ignatius Aris Winarto --> Larantuka, Flores, NTT
  7. Januar Adi Tama --> Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara
  8. Nur Latifah Alaudin -->Bima, Sumbawa, NTB
  9. Mahmud Suyudi  --> Kota Probolinggo, Jatim
  10. Siti Musarofah --> Magelang, Jateng
  11. Siti Umi Maryam --> Kabupaten Kebumen, Jateng
  12. Taofan Ishariyanto --> Mataram, NTB
  13. Vocxy Riyan Siswoyo --> Lombok, NTB
  14. Wastoyo  --> Cilacap, Jateng
  15. Yuyun Dwi Setiana -->Bima, Sumbawa, NTB
  16. Nur Hasanah --> Ayang Hanna --> Fans
  17. Tatik --> Fans
  18. Faturrahman (sang mantan)
  19. Bang Toyib (sebagai pembina, kakak dan Asisten Dosen yang spesial)
Spesial untuk saudaraku yang saat ini sedang berjuang menjalankan amanah sebagai tenaga Penyuluh Lapangan Industri Kecil Menengah (TPL-IKM) di Kabupaten/Kota masing-masing. Tetap Semangat Kawan, Semoga kita bisa kembali berkumpul dan menjalin persaudaraan kembali. AMIN

Sepeda Asmara

SEPEDA ASMARA
Kumpulan Foto kenangan
Sepeda sebagai bumbu cinta dan teman dalam perjuangan menimba ilmu di Kampus ATK Yogyakarta serta teman setia yang selalu menemaniku dan Ayank Hanna-ku kemanapun pergi...

Rabu, 08 Juni 2011

Studi Banding Ke Sentra Industri Genteng Trenggalek

Untuk memberikan pembinaan dalam peningkatan dan pengembangan Industri Genteng di Situbondo dengan menitikberatkan pada kualitas produk genteng agar lebih baik, Disperindag Kabupaten Situbondo melalui Bidang Intamben (Industri, Pertambangan dan Energi) mengajak para perajin genteng untuk melakukan studi banding ke Sentra Industri Genteng Gandusari Trenggalek. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 April 2011.
Tak dapat dipungkiri bahwasanya kualitas genteng yang ada di Situbondo belum maksimal dengan masih adanya beberapa komplain dari konsumen sebelumnya. Permasalahan yang lain kurang adanya kerjasama antara perajin yang satu dengan yang lain dalam penyelesaian pesanan besar sehingga pemenuhannya dalam suatu kelompok.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sekitar 40 perajin yang tersebar di sentra industri genteng Kalibagor serta 3 perajin genteng di Bungatan, diajak untuk belajar lebih baik dengan suatu kegiatan studi banding. Dimana harapan kegiatan ini yaitu; untuk memberikan cerminan sebagai bahan koreksi dan evaluasi serta sebagai contoh dalam melakukan kegiatan produksi yang lebih baik.
Sambutan dari Disperindag Trenggalek

Diskusi dan Sharing di Sentra Industri Genteng

Melihat Langsung Proses Produksi
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Dinas Perindag, Kabid Intamben beserta Kasi-Kasi dan beberapa staf Bidang Intamben. Acara dimulai dengan sambutan dari Perwakilan Dinas Perindag Kabupaten Trenggalek dan selanjutnya langsung menuju lokasi sentra industri Gandusari. Kegiatan yang dilakukan lebih diarahkan pada diskusi dan sharing dalam pengelolaan industri genteng untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik serta penataan peralatan dan perlengkapan proses produksi.
Mengenal Mesin Cetak Genteng

Produk Genteng dengan Kualitas Lebih Baik
Dapat dilihat perbandingan yang sangat mencolok antara pengelolaan industri diantara kedua sentra industri genteng masing-masing kabupaten dalam kesadaran untuk lebih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas serta menjaga kepuasan konsumen.
Semoga dari kegiatan ini, dapat memberikan manfaat untuk para perajin industri genteng di Kabupaten Situbondo dalam peningkatan kualitas untuk memenuhi kepuasaan konsumen.

Jumat, 27 Mei 2011

Pengembangan Kompor Listrik Batik dari Balai Batik

Sekilas info dan Tips Usaha akan memberikan informasi tentang teknologi terbarukan dalam industri batik yaitu Pengembangan Kompor Listrik Batik.
Oleh-oleh dari magang batik yang sudah saya lakukan, disamping ilmu dan pengetahuan tentang teknik dalam pembatikan, didapat pula beberapa informasi penting dalam inovasi baru dalam pembatikan. Mari kita simak bersama!!!
Batik identik dengan alat-alat seperti canting, kompor dan wajan. Dalam aplikasinya pembuatan batik saat mulai menempelkan malam/lilin batik dengan menggunakan cantik, pembatik perlu memiliki keahlian khusus dalam mengatur suhu dari malam/lilin yang dipanaskan dalam wajan di atas kompor sumbu sehingga seringkali pembatik sedikit banyak akan menaikkan dan menurunkan tinggi sumbu pada kompor untuk menghasilkan panas yang cukup dalam menghasilkan pola batik yang bagus. Terutama bagi pemula, langkah ini dirasa cukup sulit, disamping belum ahli dalam mencanting ditambah dengan kesulitan mengatur panas suhu yang pas untuk malam/lilinnya.
Balai Besar Kerajinan dan Batik yang bernaung di bawah Kementerian Perindustrian RI sebagai lembaga yang khusus menangani batik mencoba melakukan inovasi baru untuk memberikan sentuhan teknologi dalam mengatasi permasalahan di atas. Dengan memanfaatkan ruang permesinan mulailah dicari solusi yang tepat untuk mengkondisikan panas yang cukup untuk memanaskan malam/lilin pada suhu yang diperlukan untuk menghasilkan cairan malam/lilin yang tidak terlalu mentah ataupun masak alias sedang sedang saja. Akhirnya didapatnya kompor listrik dengan desain kompor dan wajan dalam 1 unit sehingga memudahkan pembatik dalam melakukan proses mencanting tanpa harus repot-repot menaik-turunkan sumbu yang biasanya dilakukan pada kompor sumbu.



Dengan inovasi tersebut diharapkan pembatikan di Indonesia semakin mudah diterapkan dan dapat meningkatkan produktivitas serta dapat lebih mengefisienkan biaya produksi dengan semakin mahalnya minyak tanah sebagai bahan pada kompor sumbu. Kompor tersebut memiliki voltase 220 volt dan aplikasinya sama dengan alat setrika yang bekerja secara otomotis dalam mengatur suhu/panas yang ada. Untuk mendapatkannya dapat langsung memesannya secara langsung ke Balai Besar Kerajinan dan Batik dengan harga Rp. 175.000,- dan Rp. 225.000,-.

Rabu, 18 Mei 2011

Batik Cotto'an

Pertama kali pembatik di Desa Pelean Kecamatan Kapongan adalah Enjuk Bayan (asal Madura) penerusnya adalah putrinya bernama Ibu Dul, secara turun menurun dilanjutkan Ibu Sahriya dan kemudian oleh Ibu Dari; semasa hidup mereka bertempat tinggal di Pedukuan Cotto’ Desa Peleyan, Kec Kapongan.
Sedang batik di Situbondo sendiri pada zaman Belanda dan Jepang sudah ada hingga zaman Kemerdekaan RI masih berkembang, dan berakhir pada tahun 1980 an.
Kejayaan zaman keemasan batik Cotto’an terkesan cukup terkenal di Situbondo, yang memperoleh dukungan pembiayaan dan pembinaan dari : H. Khadir, H. Dafir, Hj. Aminah dan Hj. Kulsum.
Dari tahun 1950 sampai tahun 1980 an pemasaran batik Situbondo “Cotto’an” di pasar Cermee, pasar Situbondo, dank e pasar Prajekan. Permbatik pada saat itu bahan yang dipergunakan adalah Ourpos, Malan putih (malan Jepang) dan Malan Tawon.
Bahan pewarna waktu itu diperoleh (beli) di Asembagus dengan jenis pewarna bernama beddelen atau soge; Sedang surutnya pembatik Cotto’an dikarenakan penjual bahan pewarna (orang Cina) sudah pada meninggal dunia, maka berakhirlah orang-orang Cotto’ Desa Peleyan melakukan aktivitasnya membatik pada tahun 1980 an. 

Diprakarsai oleh Pak Jasmiko di desa Selowogo Kecamatan Bungatan, perkembangan batik di  Situbondo mulai menggeliat dengan beberapa orang yang mulai menggali kembali potensi batik di Situbondo,.Salah satunya adalah Nyai Hj. Saripa Fatmah berasal dari Desa Peleyan Kecamatan Kapongan.

Untuk membangkitkan batik Cotto’an dengan prakarsa Nyai Hj. Sarifah Fatma Assegaf dengan menggait pembatik tahun 1975-an sampai dengan 1980-an yang kini masih hidup adalah Ibu Dari, Ibu Jaswani, dan Ibu Patrek setelah mereka tidak membatik 20-30 tahun lamanya kini mulai melakukan aktivitasnya membatik kembali bersama warga lingkungan sekitar dan sejumlah Santri Nyai Hj. Sarifah yang beralamat di Pondok Pesantren “NURUL HUDA” Desa Peleyan Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

Batik Cotto'an memproduksi batik tulis, cap dan printing dengan harga terjangkau. Batik Cotto'an merupakan industri batik dengan motif khas Situbondo (motif kerang) yang masih dalam taraf Industri Kecil dan Menengah. Lokasi industri yang berada di area Pondok Pesantren Nurul Huda di Desa Peleyan Kecamatan Kapongan ini, memiliki tenaga kerja yang tak lain adalah para santri dan santriwati serta warga sekitar. Sejak berdiri mulai Juli 2010 hingga saat ini, Batik Cotto'an telah memiliki tenaga kerja ± 57 orang. Saat ini Batik Cotto'an telah memiliki motif 80 lebih dan semuanya merupakan motif kerang dan potensi laut lainnya.

Ini beberapa contoh motif Batik Cotto'an:


tali tanpa putus

kode 011

kode 015

kode 039

Lamtoro Gong

Tali Patah - Patah

kode 056

kode 071


Untuk pemesanan silahkan hubungi atau datang langsung ke:
Nama  : Syarifah Fatma Assegaf
Alamat : Ponpes Nurul Huda desa Peleyan kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo
CP      : 081358601216

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More