Cincin Kerang CNK 04

Aksara Craft menawarkan produk berupa cincin kerang kode CNK04,Berbahan baku kerang olon (nama kerang yang familiar di lokasi produksi)

Bross Kerang SK03

Kerajinan kerang sebagai komoditi/produk unggulan Situbondo, menjadi salah satu ikon industri di Situbondo dengan hasil produk yang berkualitas dan harga terjangkau.

Gelang Resin Isian Kerang

Produk Aksara Craft yang satu ini merupakan produk yang laris manis terutamadi daerah wisatapantai dan tidak pernah putus dari masa ke masa, Silahkan simak selengkapnya.

Gantungan Kunci Resin GK R03

Salah satu produk yang digemari oleh para pelancong wisata pantai sebagai oleh-oleh dengan menampilkan nama tempat wisata yang dikunjungi, seperti yang banyak tersebar di wisata Bali, Belitung, Bunaken dan lainnya, Silahkan bergabung dan bekerjasama dengan AKSARA CRAFT!

Cara Pengajuan PUK Telkom

nformasi pinjaman modal bagi usaha/industri kecil dan menengah merupakan hal yang sangat diperlukan oleh para pelakunya. Berdasarkan pengalaman yang saya peroleh dalam mengantarkan IKM binaan dalam melakukan pengajuan modal ke kantor telkom jember pada hari kamis tanggal 19 Mei 2011, berikut saya akan paparkan beberapa informasi yang saya ketahui.

Sabtu, 04 Juni 2011

Arti Penting Tasyakuran Khatam Al Quran

Al Quran adalah pedoman hidup manusia bagi umat islam khususnya. Bagi orang-orang yang belajar membaca Al Quran (mengaji) menjadi titik awal bagaimana kita memaknai ayat-ayat yang ada di dalamnya. Meski terkadang membacanya tidak diikuti oleh pemahaman yang mendalam terhadap arti dari aya-ayat tersebut. Membacanya dari awal dimulai dari Surat AL-Fatihah hingga Surat An-Naas dan dapat dikatakan khatam Al Quran terlepas dari paham tidaknya, fasih tidaknya dari bacaan Al Quran menjadi titik penting dari harapan dalam menjalani kehidupan dengan Al Quran sebagai semangat dan pedoman.
Yah, itu pula yang terjadi kepada para santri yang mengaji terutama di pondok pesantren maupun tempat-tempat mengaji seperti mushola dan masjid lainnya, terutama yang ada di lingkungan desa. Kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh sebuah tradisi dalam memaknai khatam Al Quran untuk anak-anak mereka dengan mengadakan suatu tasyakuran khatam Al Quran. Sederhana sebenarnya kegiatan ini, namun memiliki suatu harapan  dan doa yang sangat agung. Suatu wujud terima kasih atas anugerah dan rahmat yang diberikan oleh Allah  SWT. terhadap telah khatamnya bacaan Al Quran yang dipelajari serta melantunkan suatu doa agar si anak dapat terus membaca dan memahami isi dari Al Quran dalam setiap kehidupan yang akan dijalani ke depannya.
Seperti itu pula harapan dari kedua orang tuaku terhadap adik bungsuku (Nur Halimah) yang telah belajar membaca Al Quran sampai Juz 30. Senang bukan main dirasakan oleh mereka dan melantunlah suatu doa kepada adikku untuk dapat terus menjadikan Al Quran sebagai tuntunan dalam hidup. Untuk mewujudkan rasa syukur dan terima kasih yang amat mendalam, maka dengan tradisi yang dipegang, akhirnya mereka memutuskan mengadakan tasyakuran tersebut kemarin tanggal 4 Juni 2011.
Semoga apa yang diharapkan oleh kedua orang tuaku menjadi suatu permintaan kepada Allah SWT, tidak hanya untuk adikku tetapi bagi kami bersaudara dan keluarga agar selalu menjadikan Al Quran sebagai pedoman, tuntunan dan suatu kewajiban dalam menjalankan kehidupan sebagai manusi yang selalu bersujud dan menyembah Allah serta meneladani Nabi Muhammad SAW. Amin ya Robbal Alamin.

Jumat, 03 Juni 2011

Pantang Mengeluh

Sebagai manusia, wajarlah jika sesekali kita mengeluh dengan keadaan yang tidak sesuai keinginan. Tetapi, tidak pantas rasanya jika setiap kali kita menemukan hal yang melenceng saja dari apa yang kita inginkan dihadapi dengan mengeluh.

Sekilas info akan membicarakan tentang sifat alamiah manusia ketika dihadapkan pada cobaan atau masalah yaitu Mengeluh.
Mengeluh sepertinya telah menjadi tren pada sifat manusia saat ini. Contohnya bisa dilihat dari adanya jejaring sosial yang memungkinkan kita bisa membagikan apa saja yang telah kita alami. Secara tidak langsung dapat menjadi hal pelancar mengeluh. Pentingkah menceritakan semua yang menimpa kita kepada semua orang? Apakah dengan menceritakan semuanya dapat menghilangkan masalah itu? Tentu tidak.
Memang, mengeluh sah-sah saja untuk mencari solusi masalah kita. Yang terjadi ketika kita mengeluh, apakah kita berpikir untuk menemukan solusi? Kebanyakan kita tidak berpikir jauh seperti itu. Secara tersirat, tujuannya hanya ingin orang mendengarkan keluh kesah kita
Sebenarnya, dengan atau tanpa mengeluh hidup tetaplah hidup. Yang harus dijalani walaupun lelah, yang harus dihadapi walaupun berat, yang harus dimengerti walaupun rumit. Memperlihatkan kelemahan kita justru akan menjadi negatif.
Sebegitu susahkah untuk bersyukur. Hanya dengan selalu bersyukur kita bisa menghindari mengeluh dan senantiasa berbaik sangka kepada Rencana Tuhan.

Rabu, 01 Juni 2011

Pemimpin dan Kepemimpinan

Sekilas info akan memberikan pandangan terhadap arti pemimpin dan kepemimpinan.
Berikut berdasarkan cerita dimulainya Umar bin Abdul Aziz menjadi seorang khalifah. "Setelah diumumkan pengangkatannya menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz kemudian menyendiri di rumahnya dan beliaupun tak mau keluar menemui seseorang. Dalam kesendirian itu, beliau menghabiskan waktu dengan bertafakkur, berdzikir, dan berdoa kepada Tuhan. Pengangkatannya sebagai Khalifah atau pemimpin tidak disambutnya dengan pesta kemenangan, tetapi justru dengan melakukan introspeksi diri.

Tiga hari kemudian barulah beliau keluar rumah. Para pengawal menyambutnya, hendak memberi hormat. Umar malah mencegahnya. "Kalian jangan memulai salam kepadaku, bahkan salam itu kewajiban saya kepada kalian." Itulah perintah pertama Khalifah kepada pengawal-pengawalnya.

Ketika Khalifah Umar datang dalam pertemuan dengan para pembesar negeri, para tokoh masyarakat dan hadirin yang telah menunggunya terdiam dan serentak bangkit berdiri memberi hormat kepada Khalifah Umar. Apa kata beliau? "Wahai sekalian manusia, jika kalian berdiri, saya pun berdiri. Jika kalian duduk, saya pun duduk. Manusia itu sebenarnya hanya berhak
berdiri di hadapan Rabbul-'Alamin."

Itulah yang dikatakan pertama kali Khalifah Umar kepada umat yang dipimpinnya. Sebagai seorang pemimpin Khalifah Umar bisa dengan mudah mendapatkan penghormatan dan kemewahan. Namun, ternyata Umar tidak serta merta meneruskan budaya kepemimpinan yang sebenarnya menguntungkannya dirinya secara pribadi itu. Beliau tak mau dihormati berlebihan, melainkan
memilih sikap rendah hati dan sederhana dalam memimpin umatnya. Hasilnya, kepemimpinannya dikenang dengan penuh rasa hormat dan mewariskan nilai-nilai kebajikan.

Seorang pemimpin dalam bidang apapun, apakah dalam bisnis, pemerintahan, mayarakat maupun lainnya, sebaiknya menyadari bahwa kedudukan dan jabatan yang disandangnya sesungguhnya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada anggota yang dipimpinnya maupun kepada Tuhan. Maka ketika berhasil menduduki posisi pimpinan, apakah dalam pemerintahan, Bisnis, masyarakat, maupun organisasi lainnya, sebaiknya tidak melalaikan amanah sebagai pemimpin yang melayani anggota dan masyarakat yang dipimpinnya. Seorang pemimpin, perlu mengembangkan sikap kepemimpinan yang melayani atau dalam istilahnya sekarang adalah "servant leader" .

Sayangnya dewasa ini banyak sekali pemimpin yang kurang menyadari amanahnya dan lebih berorientasi pada tujuan pragmatisme dan nilai-nilai kemewahan seperti mengejar harta kekayaan. Pemimpin yang berorientasi pada nilai-nilai kemewahan dan materialisme, akan cenderung dikendalikan oleh nafsu dan ego pribadinya. Maka tidak heran ketika sedang memegang kekuasaan, yang dipikirkan adalah apa yang dapat diambil dengan posisinya saat ini, apa yang
dapat diperoleh bagi keuntungannya dari orang lain, bukan bertanya apa kebaikan yang dapat diberikan pada orang lain.

Pemimpin yang berorientasi pada nilai-nilai materialisme dan kemewahan duniawi, cenderung mudah menyalahgunakan kekuasaan untuk tujuan kepentingan pribadinya, untuk tujuan kekayaan harta. Bagaimana akhir kehidupan mereka? Banyak diantara mereka yang masa tuanya tidak hidup damai, malah gundah gulana karena dijerat hukum. Karena sesungguhnya meraih kemuliaan dengan dibungkus materi hanyalah semu dan tipuan belaka.

Pemimpin seperti ini menganggap bahwa melayani orang lain dirasakan sebagai suatu kerendahan baginya, seolah yang harus melakukan adalah orang-orang rendahan. Padahal melayani inilah sesungguhnya misi mulia yang sebenarnya diamanahkan Allah kepada setiap hamba-Nya yang hidup di dunia ini, sebagai "Khalifah" di bumi.

Menjadi pemimpin yang rendah hati dan mengedepankan kesederhanaan adalah landasan bagi keberhasilan yang penuh makna. Dalam dunia bisnis misalnya, kita dapat belajar dari para pemimpin bisnis atau CEO dunia seperti Konosuke Matsushita, Soichiro Honda, Anita Rhodick dan lainnya. Dalam kehidupan kita mengenal para pelopor kehidupan seperti Mahadma Gandhi, Bunda Therea, Imam Al-Gazali dan lain sebagainya. Mendengar nama-nama mereka semua sungguh
menggetarkan hati kita semua. Apakah mereka semuanya berhasil karena kepemimpinan dengan kemewahannya ? Belajar dari kisah sukses mereka, kita akan menemukan sikap yang rendah hati, sikap sederhana dan senang melayani orang lain. Mereka senang mengabdikan hidupnya untuk melayani dan menyumbangkan hartanya untuk kemanusiaan. Kebajikan yang diwariskan dari
kepemimpinan menjadikan nama-nama mereka dikenang harum sampai sekarang.

Memang tidak mudah untuk selalu rendah hati dan memiliki mentalitas melayani dari hati. Apalagi kalau kita memiliki kedudukan sebagai eksekutif, CEO, pemimpin Bisnis, pemimpin pemerintahan, pemimpin masyarakat atau pemimpimpin lainnya yang memiliki kesempatan dilayani dengan kemewahan yang terbuka di depan mata. Kalau manusia terjebak pada dorongan memperturutkan kepentingan nafsu duniawi dan egoisme pribadi semata, pasti akan mementingkan kepentingan sendiri dan maunya justru dilayani dengan kemewahannya.

Seorang pemimpin yang rendah hati dalam bekerja ia akan senantiasa berpikir bagaimana dapat mensejahterakan anggota yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik dapat menjadi teladan dan menginspirasi anggotanya untuk mengembangkan nilai-nilai pelayanan dari dalam hati. Sehingga anggota organisasipun dalam bekerja juga berpikir bagaimana bisa memberikan layanan terbaik, memberikan kontribusi terbaik melalui peran pekerjaannya dalam organisasinya. Karena setiap orang yang melayani dengan ikhlas berarti telah berpartisipasi menebar rahmat ke seluruh alam. Itulah tugas terhormat seorang pemimpin.

Menjadi pemimpin yang rendah hati memerlukan kesadaran kita untuk mau melakukan transformasi diri dengan mengubah pusat diri yang sebelumnya egoisme dan hawa nafsu, diganti dengan kebeningan hati nurani.
Demikian sekilas info tentang pemimpin dan kepemimpinan. Semoga bermanfaat...

Tanda Daftar Industri



Tips Usaha akan memberikan informasi bagaimana cara untuk mengajukan Tanda Daftar Industri bagi pengusaha yang bergerak di bidang Industri.

A.
Dasar Hukum

Perda Nomor 16 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri, Ijin Perluasan dan Tanda Daftar Industri.

B.
Persyaratan

Mengisi formulir permohonan dengan dilampiri :
1.     Memiliki Usaha Industri dengan nilai investasi Rp.5 juta s/d  Rp. 200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan untuk TDI
2.     Memiliki Usaha Industri dengan nilai investasi Rp.200 juta s/d Rp. 1 milyar tidak termasuk tanah dan bangunan untuk IUI
3.     Mengisi formulir permohonan.
4.     Copy akta Pendirian bila berbadan hukum
5.     Foto copy NPWP.
6.     Melampirkan surat keterangan tidak keberatan dari tetangga.
7.     Membuat surat pernyataan pengelolaan lingkungan
8.     Foto copy Ijin Tempat Usaha/HO
9.     Surat Keterangan Kades / Lurah diketahui Camat.
10.  Materai Rp. 6000 = 2 lembar.

C.
Mekanisme/Prosedur/Tata Cara

1.     Pemohon mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Wonosobo
2.     Pemeriksaan berkas
3.     Pemeriksaan Lapangan dengan instansi teknis terkait dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)
4.     Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersebut permohonan dapat disetujui atau ditolak

D.
Waktu Proses dan Biaya

1.
Waktu Proses 7 hari kerja
2.
§  Biaya Industri Kecil
§  Biaya Industri Menengah
§  Biaya Industri Besar
Rp.   50.000,00
Rp. 250.000,00
Rp. 500.000,00

Masa berlaku TDI/IUI selama 5 Tahun.

Demikian tips usaha tentang Tanda Daftar Industri. Semoga Bermanfaat

Mencegah Anemia dengan Dedaunan

Tips Kesehatan akan memberikan informasi terkait pencegahan anemia dengan dedaunan (herbal).
Penyakit kurang darah (anemia) seringkali mengganggu aktivitas kita. Rasa lesu, mudah capek dan cepat mengantuk adalah salah satu dampaknya. Kalau sudah terserang, bikin badan kita serasa sangat malas untuk mengerjakan apapun dan inginnya tidur dan tidur aj. Anemia disebabkan oleh kekurangan sel darah merah, yang menyebabkan peredaran oksigen ke otak dan jaringan lainya tidal lancar.
Ada cara sederhana untuk mencegah timbulnya anemia,  diantaranya dengan mengkonsumsi sayuran-sayuran hijau. Sayuran hijau pada dasarnya memang bermanfaat untuk meningkatkan produksi sel darah merah atau hemoglobin (hb) yang otomatis dapat mencegah timbulnya anemia. Bahkan ada beberapa jenis daun hijau yang berkhasiat menggantikan suplemen penambah darah.
Dari sekian banyak sayuran hijau, ada beberapa yang secara tradisional digunakan sebagai obat untuk mengatasi kurang darah. Jenis-jenis sayur atau dedaunan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Daun jambuManfaat jambu biji atau guava bukan hanya terletak pada buahnya yang bisa meningkatkan sel-sel trombosit pada penderita demam beradarah dengue. Daunnya juga mempengaruhi pembentukan sel darah, khususnya hemoglobin pada penderita kurang darah.
Dalam tradisi orang Afrika, rebusan daun jambu biji diminum untuk mengatasi anemia. Pengaruhnya terhadap peningkatan hemoglobin cukup signifikan dan tidak menimbulkan efek samping pada ginjal.

2. Daun ubi jalarEkstrak daun ubi jalar mampu meningkatkan aktivitas organ-organ yang terlibat dalam pembentukan sel darah merah antara lain hati dan sumsum tulang belakang.

3. Daun rumput kambingBabadotan (Ageratum Conyzoides) atau dikenal juga dengan nama rumput kambing (Billy-goat weed) mudah ditemukan di mana saja, termasuk di pekarangan. Tanaman semacam rumput yang berbunga putih ini sebenarnya termasuk gulma atau tanaman pengganggu bagi petani.
Karena mengandung senyawa antibakteri, warga sering menggunakannya untuk mengobati luka. Selain itu, daunnya kaya akan zat besi sehingga ekstraknya bisa mengobati kurang darah.

4. Daun labuBerbagai studi menunjukkan ekstrak daun labu cukup efektif meningkatkan regenerasi hemoglobin dengan cara menstabilkan membran sel darah. Dalam uji klinist ekstrak tersebut secara signifikan mampu meningkatkan kadar zat besi ketika diberikan bersama-sama dengan telur dan susu 3 kali sehari selama 7 hari.

Demikian Tips Kesehatan tentang pencegahan anemia dengan dedaunan. Semoga bermanfaat...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More