Cincin Kerang CNK 04

Aksara Craft menawarkan produk berupa cincin kerang kode CNK04,Berbahan baku kerang olon (nama kerang yang familiar di lokasi produksi)

Bross Kerang SK03

Kerajinan kerang sebagai komoditi/produk unggulan Situbondo, menjadi salah satu ikon industri di Situbondo dengan hasil produk yang berkualitas dan harga terjangkau.

Gelang Resin Isian Kerang

Produk Aksara Craft yang satu ini merupakan produk yang laris manis terutamadi daerah wisatapantai dan tidak pernah putus dari masa ke masa, Silahkan simak selengkapnya.

Gantungan Kunci Resin GK R03

Salah satu produk yang digemari oleh para pelancong wisata pantai sebagai oleh-oleh dengan menampilkan nama tempat wisata yang dikunjungi, seperti yang banyak tersebar di wisata Bali, Belitung, Bunaken dan lainnya, Silahkan bergabung dan bekerjasama dengan AKSARA CRAFT!

Cara Pengajuan PUK Telkom

nformasi pinjaman modal bagi usaha/industri kecil dan menengah merupakan hal yang sangat diperlukan oleh para pelakunya. Berdasarkan pengalaman yang saya peroleh dalam mengantarkan IKM binaan dalam melakukan pengajuan modal ke kantor telkom jember pada hari kamis tanggal 19 Mei 2011, berikut saya akan paparkan beberapa informasi yang saya ketahui.

Rabu, 01 Juni 2011

Tanda Daftar Industri



Tips Usaha akan memberikan informasi bagaimana cara untuk mengajukan Tanda Daftar Industri bagi pengusaha yang bergerak di bidang Industri.

A.
Dasar Hukum

Perda Nomor 16 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri, Ijin Perluasan dan Tanda Daftar Industri.

B.
Persyaratan

Mengisi formulir permohonan dengan dilampiri :
1.     Memiliki Usaha Industri dengan nilai investasi Rp.5 juta s/d  Rp. 200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan untuk TDI
2.     Memiliki Usaha Industri dengan nilai investasi Rp.200 juta s/d Rp. 1 milyar tidak termasuk tanah dan bangunan untuk IUI
3.     Mengisi formulir permohonan.
4.     Copy akta Pendirian bila berbadan hukum
5.     Foto copy NPWP.
6.     Melampirkan surat keterangan tidak keberatan dari tetangga.
7.     Membuat surat pernyataan pengelolaan lingkungan
8.     Foto copy Ijin Tempat Usaha/HO
9.     Surat Keterangan Kades / Lurah diketahui Camat.
10.  Materai Rp. 6000 = 2 lembar.

C.
Mekanisme/Prosedur/Tata Cara

1.     Pemohon mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Wonosobo
2.     Pemeriksaan berkas
3.     Pemeriksaan Lapangan dengan instansi teknis terkait dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)
4.     Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersebut permohonan dapat disetujui atau ditolak

D.
Waktu Proses dan Biaya

1.
Waktu Proses 7 hari kerja
2.
§  Biaya Industri Kecil
§  Biaya Industri Menengah
§  Biaya Industri Besar
Rp.   50.000,00
Rp. 250.000,00
Rp. 500.000,00

Masa berlaku TDI/IUI selama 5 Tahun.

Demikian tips usaha tentang Tanda Daftar Industri. Semoga Bermanfaat

Mencegah Anemia dengan Dedaunan

Tips Kesehatan akan memberikan informasi terkait pencegahan anemia dengan dedaunan (herbal).
Penyakit kurang darah (anemia) seringkali mengganggu aktivitas kita. Rasa lesu, mudah capek dan cepat mengantuk adalah salah satu dampaknya. Kalau sudah terserang, bikin badan kita serasa sangat malas untuk mengerjakan apapun dan inginnya tidur dan tidur aj. Anemia disebabkan oleh kekurangan sel darah merah, yang menyebabkan peredaran oksigen ke otak dan jaringan lainya tidal lancar.
Ada cara sederhana untuk mencegah timbulnya anemia,  diantaranya dengan mengkonsumsi sayuran-sayuran hijau. Sayuran hijau pada dasarnya memang bermanfaat untuk meningkatkan produksi sel darah merah atau hemoglobin (hb) yang otomatis dapat mencegah timbulnya anemia. Bahkan ada beberapa jenis daun hijau yang berkhasiat menggantikan suplemen penambah darah.
Dari sekian banyak sayuran hijau, ada beberapa yang secara tradisional digunakan sebagai obat untuk mengatasi kurang darah. Jenis-jenis sayur atau dedaunan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Daun jambuManfaat jambu biji atau guava bukan hanya terletak pada buahnya yang bisa meningkatkan sel-sel trombosit pada penderita demam beradarah dengue. Daunnya juga mempengaruhi pembentukan sel darah, khususnya hemoglobin pada penderita kurang darah.
Dalam tradisi orang Afrika, rebusan daun jambu biji diminum untuk mengatasi anemia. Pengaruhnya terhadap peningkatan hemoglobin cukup signifikan dan tidak menimbulkan efek samping pada ginjal.

2. Daun ubi jalarEkstrak daun ubi jalar mampu meningkatkan aktivitas organ-organ yang terlibat dalam pembentukan sel darah merah antara lain hati dan sumsum tulang belakang.

3. Daun rumput kambingBabadotan (Ageratum Conyzoides) atau dikenal juga dengan nama rumput kambing (Billy-goat weed) mudah ditemukan di mana saja, termasuk di pekarangan. Tanaman semacam rumput yang berbunga putih ini sebenarnya termasuk gulma atau tanaman pengganggu bagi petani.
Karena mengandung senyawa antibakteri, warga sering menggunakannya untuk mengobati luka. Selain itu, daunnya kaya akan zat besi sehingga ekstraknya bisa mengobati kurang darah.

4. Daun labuBerbagai studi menunjukkan ekstrak daun labu cukup efektif meningkatkan regenerasi hemoglobin dengan cara menstabilkan membran sel darah. Dalam uji klinist ekstrak tersebut secara signifikan mampu meningkatkan kadar zat besi ketika diberikan bersama-sama dengan telur dan susu 3 kali sehari selama 7 hari.

Demikian Tips Kesehatan tentang pencegahan anemia dengan dedaunan. Semoga bermanfaat...

Cara Ngatur Keuangan Pribadi

Sekilas info berikut mengenai cara mengatur keuangan pribadi.
Agar keuangan tidak jebol (NGUTANG) di tengah jalan, berikut saya berikan tips yang berguna untk mengatur keuangan anda :

1. Sisihkan minimal 10 persen dari penghasilan anda tiap bulan untuk ditabung.
2. Jika mendapatkan bonus pergunakan maksimal 50 persen dan sisanya ditabung.
3. THR atau gaji ke 13 sebaiknya digunakan untuk menambah tabungan bukan sebaliknya, yaitu digunakan untuk keperluan yang tidak mendesak.
Saya yakin jika hal ini dilaksanakan, anda tidak perlu mencari pinjaman saat ada keperluan yang sangat mendesak.

DISIPLIN DALAM MENGATUR KEUANGAN

Sebenarnya tips dan trik yang diberikan diatas boleh2 saja dilakukan oleh pegawai manapun meski gajinya rendah. Saya pernah memiliki gaji Rp. 700.000 per bulan tetapi dengan disiplin yang ketat dan daya survive yang kuat untuk mengatur keuangan akhirnya saya bisa juga. Syaratnya tidak bisa hidup dengan makan mewah dan memiliki barang yang mewah, semua serba pas2an... Ada beberapa tips tambahan yang bisa diikuti yaitu:
1. Buat perencanaan keuangan, dan disiplin dalam mengikutinya
2. Hindari berhutang
3. Cari tambahan penghasilan dengan keahlian yang anda miliki dan tentunya minim modal
4. Menabung dan berinvestasilah, meski cuma Rp. 50.000 perbulan usahakan menabung
Disiplin adalah kata kuncinya agar tips dan trik diatas bisa dijalankan, dan satu lagi "penghasilan tambahan" itu sangat penting untuk dapat survive dari perekonomian yang serba mahal saat ini. Jangan hanya mengandalkan gaji, sampai kapanpun anda sulit untuk berhasil.

Asal Usul Batik Khas Situbondo

Sekilas info Sejarah batik cukuplah panjang. Seperti sebuah buku bisa disebut anonim bagi pengarang, begitu pula dengan asal muasal batik tidak dapat diketahui secara pasti kapan pertama kali ditemukan. Dengan bertambah usianya zaman, batik berkembang dari satu daerah ke daerah lain. Pengakuan dunia terutama dari salah satu badan PBB yaitu UNESCO melalui sertifikatnya yang menyebutkan bahwa batik adalah warisan dunia dari Negara kita yaitu Indonesia.
Dengan semakin tumbuhnya rasa cinta produk Indonesia, semakin cinta pula masyarakat Indonesia terhadap pesona budaya batik. Tentunya hal tersebut semakin mendorong para wirausaha untuk mulai merintis Industri Batik yang sebelumnya pernah mati. Kabupaten Situbondo pun mulai menggali potensi batik yang sempat hilang.
Sejarah batik telah sejak lama, banyak versi tentang keberadaan batik di Situbondo zaman dahulu. Mulai dari batik yang ada di desa Selowogo Kecamatan Bungatan, menurut penjelasan dari salah satu narasumber bahwa batik di Situbondo telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

BATIK LENTE
Pembuatan seni batik di Situbondo diawali, dirancang dan dikerjakan oleh muda mudi yang tergabung dalam karang taruna TUNAS HARAPAN Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo pada dekade 1994 s/d 1999 yang pada saat itu dilatih oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Situbondo. Nama Bujuk Lente diambil dari pembabat/pendiri Desa Selowogo. Namun dalam perkembangannya mengalami pasang surut. Hal ini dikarenakan adanya krisis ekonomi, modal kurang, dan bencana alam yang memusnahkan semua asset-asset perbatikan di Selowogo.
Waktu terus berjalan seiring dengan perkembangan seni batik, sekarang ada suatu keinginan yang kuat dari pengerajin Batik Lente untuk mengembangkan kembali potensi yang ada di wilayah Selowogo, maupun kesempatan untuk mengembangkan khasanah seni di Situbondo dengan memunculkan motif khas Situbondo
Hari Jadi Kabupaten Situbondo merupakan babak baru dalam sejarah perkembangan peradapan salah satu kota tapal kuda di Jawa Timur untuk mencari jati diri dan sebagai bentuk refleksi perkembangan Kabupaten Situbondo tentunya harus memilki ciri khas masyarakat Situbondo sebagai symbol social budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan agar dapat dikenal dalam kehidupan masyarakat.
Secara geografis Kabupaten Situbondo berada di pesisir sebelah utara pulau Jawa yang wilayahnya dari ujung barat sampai timur memiliki pantai sepanjang 141 km, posisi Situbondo yang demikian memilki potensi kekayaan laut yang cukup melimpah yang dapat dijadikan sebagai asset dalam pencitraan diri baik potensi pengelolahan kekayaan yang ada di laut maupun keindahan panorama pantai sebagai daerah wisata bahari.
Sebagai daerah wisata, Pemerintah Kabupaten Situbondo telah mengelola pantai Pasir Putih sebagai obyek wisata bahari yang sudah dikenal di dalam maupun di luar negeri. Selain keindahan pantai disana juga tersedia beberapa kerajianan yang berbahan baku dari kerang. Kerang merupakan kekayaan laut yang dapat dikembangkan dan memilki nilai seni yang cukup tinggi di tangan seniman masyarakat Situbondo, hal ini dibuktikan dengan kerajinan mereka yang dapat diopasarkan baik wilayah lokal sampai keluar negeri melalui pulau Dewata Bali.
Kini kerang yang memiliki nilai seni yang tinggi kita sentuh kembali dan kita jadikan sebagai salah satu simbol kekayaan daerah, oleh karena itu untuk mengekspresikan kekayaan tersebut, kerang dibuat sebagai dasar motif batik yang nantinya akan menjadi ciri khas Batik Situbondo yang selama ini masih belum memiliki ciri khas.
Pemilihan kerang sebagai motif Batik Situbondo sangatlah tepat karena daerah lain masih belum mengidentifikasi sebagai ciri khas daerah. Dengan memiliki ke khasan maka Kabupaten Situbondo akan lebih dikenal di luar daerah dan merupakan kekayaan budaya yang perlu dilestarikan.

Reinkarnasi Batik di Situbondo

Cerita Batik di Situbondo merupakan imbas dari budaya batik di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan Batik yang dimulai dari budaya Kerajaan Majapahit dan kemudian sampai Kerajaan Mataram, yang sebelumnya merupakan pakaian keluarga dan kerabat Raja hingga akhirnya membumi ke penduduk biasa. Semakin berkembangnya budaya Batik tersebut, sampai juga ke Situbondo sejak zaman penjajahan Belanda dan berakhir pada tahun 1980-an.
Faktor berakhirnya budaya batik yang ada di Situbondo lebih banyak disebabkan karena faktor penurunan kebudayaan kepada generasi muda pada saat itu sangat kurang. Ketika para pembatik perlahan-lahan berkurang bersamaan dengan meninggalnya mereka pada saat tersebut serta disebabkan oleh perpindahan budaya yang cukup besar sehingga para konsumen batik mulai berkurang.
Seiring dengan kembali membudayanya batik di Indonesia serta diakuinya batik sebagai warisan dunia, mendorong kalangan peduli batik untuk kembali membangkitkan batik di Situbondo. Hal tersebut tidak mudah tentunya, karena industri batik lebih di kenal di daerah Jawa bagian Tengah sehingga menuntut pembatik di Situbondo mencari suatu potensi batik yang kiranya belum ada. Setelah melalui pembelajaran terhadap potensi yang ada di Kabupaten Situbondo serta melihat motif batik yang sudah ada di luar kabupaten Situbondo, akhirnya pembatik menetapkan kerang sebagai motif unggulan yang digunakan. Hal tersebut terbukti dengan animo masyarakat dan Bupati Situbondo dalam menanggapi lahirnya kembali batik di Situbondo.
Tak dapat dipungkiri bahwa kini saatnya Reinkarnasi Batik di Situbondo dengan kekhasannya. Motif kerang sebagai salah satu potensi yang sangat berpeluang untuk bisa menjadi salah satu unggulan batik di Situbondo. Namun, permasalahan kembali muncul ketika industri batik di Situbondo mulai bangkit kembali. Salah satunya adalah dalam hal pemasaran dan adanya pembatik lain di luar kabupaten yang mulai menggunakan motif kerang. Sebagai industri yang baru, batik di Situbondo masih dipasarkan di kawasan lokal saja. Belum adanya jaringan ke luar daerah serta minimnya pengalaman yang dimiliki para pembatik menyebabkan batik di Situbondo sangat lambat dalam segi pemasaran. Tentunya hal ini perlu menjadi sorotan berbagai kalangan yang ada di Situbondo terutama Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam membanatu pembatik untuk mengenalkan budaya batik tersebut ke luar daerah.
Hal lain yang dapat menghambat perkembangan batik di Situbondo adalah ditemukannya batik dari luar Situbondo yang telah mulai menggunakan motif kerang menjadi salah satu ikon motih batik mereka. Perlu adanya langkah konkrit untuk menanggulangi masalah tersebut dengan meng-Hak Paten-kan motif kerang tersebut sebagai motif batik khas Kabupaten Situbondo. DISPERINDAG mulai bergeliat untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan suatu gerakan untuk mematenkan motif batik dan saat ini dalam taraf prosesnya.
Akhir kata, untuk menjaga budaya batik di Situbondo dibutuhkan kepedulian dari berbagai kalangan dan masyarakat di Situbondo untuk menjaga serta membangkitkan budaya batik agar tetap bersemi selayaknya bunga edelweiss dalam keabadian untuk mencegah batik tersebut kembali mati suri.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More